Lessons from Japan: Atom Visi Indonesia Kaji Tiga Tipologi Operasional SPPG untuk Akselerasi Program MBG
JAKARTA — Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, Atom Visi Indonesia melaksanakan kegiatan riset komparatif dan studi lapangan terhadap sistem penyediaan makanan sekolah (kyūshoku) di Jepang. Riset ini berfokus pada pemetaan variasi model operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga tipe pengelolaan yang berbeda, guna mendapatkan gambaran holistik mengenai efisiensi, standar higienitas, hingga skema pembiayaan. Dalam kesempatan ini, Satuan Tugas (Satgas) MBG Mabes Polri juga turut serta dalam rombongan tim peneliti Atom Visi Indonesia di lapangan.
Riset lapangan ini meneliti secara mendalam tiga entitas dapur penyedia makanan sekolah yang mewakili spektrum tata kelola yang beragam. Lokasi pertama berada di Kota Nishiwaki, yang menerapkan model SPPG dengan pengelolaan penuh oleh pihak swasta melalui skema kemitraan. Lokasi kedua bertempat di Kota Akashi, yang mengoperasikan model SPPG terpusat yang dikelola secara langsung oleh Pemerintah Kota. Sementara lokasi ketiga berada di SD Isoji Kota Osaka, yang menerapkan model pengolahan makanan secara mandiri di dalam lingkungan sekolah (in-house kitchen).
Ketiga lokasi tersebut memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana perbedaan struktur kepemilikan dan manajemen memengaruhi standar operasional prosedur harian. Pada model swasta di Kota Nishiwaki, fleksibilitas rantai pasok dan efisiensi biaya menjadi keunggulan utama. Di Kota Akashi, kontrol kualitas yang ketat serta penyeragaman standar gizi daerah menjadi fokus utama pengelolaan pemerintah kota. Adapun di SD Isoji Osaka, independensi sekolah dalam mengontrol kesegaran bahan baku dan kedekatan interaksi antara tim masak dengan siswa menjadi nilai tambah tersendiri.
Satu hal krusial yang patut digarisbawahi dari studi komparatif ini adalah bahwa keberhasilan tata kelola MBG tidak bersandar pada satu model tunggal, melainkan pada ketepatan adaptasi skema operasional sesuai dengan karakteristik daerah, kapasitas anggaran, dan ketersediaan infrastruktur lokal.
Melalui pemetaan komprehensif terhadap ketiga tipologi SPPG ini, Atom Visi Indonesia menyusun rekomendasi kebijakan (policy recommendation) berbasis data lapangan. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi para pemangku kepentingan di Indonesia dalam merancang, mengevaluasi, serta mengeskalasi program MBG agar berjalan secara berkelanjutan, berstandar tinggi, dan tepat sasaran.






