Kapolri Baru Dilantik, Simbol Memudarnya Pengaruh Jokowi?
Pagi hari 1 Oktober 2026, Listyo Sigit Prabowo masih duduk di sisi Presiden Prabowo Subianto dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya. Sore harinya, surat penetapan penggantinya sudah ditandatangani. Kapolri diganti tepat setelah peringatan G30S/PKI, hari yang menjadi simbol pengkhianatan. 1 Oktober juga merupakan hari ulang tahun Gibran. Apakah ada pesan yang sedang ingin disampaikan Kubu Prabowo?
Mengapa keputusan ini baru diambil sekarang, padahal isu pergantian Listyo Sigit telah beredar sejak lama dan menguat setelah muncul perkara hukum yang menyeret Jampidsus Febrie Adriansyah? Pelantikan Kapolri baru Suyudi Eko Priyatno berlangsung tiba-tiba. Di hari yang sama, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ikut tersingkir.
Listyo dan Pratikno bukan figur sembarangan dalam peta kekuasaan. Keduanya dikenal luas sebagai “orangnya Jokowi”, loyalis yang karier dan posisinya tumbuh di bawah naungan presiden sebelumnya. Listyo diangkat Jokowi sebagai Kapolri pada Januari 2021, menjabat hampir enam tahun sebelum tergusur. Pratikno sudah mendampingi Jokowi sejak periode pertama, mengisi kursi Mensesneg hampir satu dekade sebelum digeser ke posisi Menko PMK di kabinet Prabowo. Dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo, setidaknya enam figur berlabel “orangnya Jokowi” sudah meninggalkan kabinet, yaitu Budi Arie Setiadi, Budi Gunawan, Sri Mulyani Indrawati, Dito Ariotedjo, dan kini Listyo serta Pratikno. Setiap reshuffle mengecilkan warisan personal Jokowi di lingkaran eksekutif, sedikit demi sedikit.
Suyudi Eko Priyatno, Kapolri baru, disebut dekat dengan Gerindra dan Sufmi Dasco Ahmad, serta diisukan terlibat dalam pemenangan Gerindra di Banten. Pratikno digantikan Sugiono, Sekretaris Jenderal Gerindra. Jabatan-jabatan strategis itu berpindah ke orang-orang yang berada sepenuhnya di orbit Prabowo. Kapolri adalah pos yang menentukan siapa yang bisa ditekan dan siapa yang dilindungi. Polri di era Jokowi sudah lama dicap sebagai instrumen politik istana, dan kepala institusinya adalah kunci relasi tersebut. Dengan Listyo pergi dan Suyudi masuk, Prabowo menggenggam kunci itu sepenuhnya. Demikian pula Sugiono di Menko PMK. Gerindra kini memegang pos yang mengelola belanja sosial dan pembangunan manusia, dua domain yang berdampak langsung pada wajah pemerintahan menjelang 2029.
Konsolidasi semacam ini lazim dalam sistem presidensialisme koalisi. Jokowi pun pernah menjalani proses serupa di awal masa jabatannya, bertahap mengisi kabinet sesuai peta loyalitas yang terus bergeser. Yang membedakan Prabowo adalah ketelitian arahnya. Ia menunggu cukup lama agar momentum awal mereda, lalu bergerak terukur untuk mempersempit ruang bagi orang-orang Jokowi.
Jokowi sendiri tidak diam. Ia membangun kembali kakinya di PSI, partai yang semasa menjabat pernah diorbitkan untuk kepentingan keluarganya. Skenario Gibran Rakabuming Raka dipasangkan dengan Kang Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 sudah beredar. Ini menggambarkan bahwa Jokowi tengah menyiapkan jalan yang tidak bergantung pada Prabowo. Mungkin masih terlalu dini untuk menyebut Jokowi dan Prabowo telah pecah kongsi. Yang lebih tepat digambarkan adalah dua poros yang dulu berjalan beriringan kini mulai memilih jalurnya masing-masing. Satu mengonsolidasi eksekutif, satu mempersiapkan arena 2029.
Reference :
Paripurna DPR Resmi Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri Baru
Istana Konfirmasi Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri Siang Ini
Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Berganti
Dicopot dari Menko PMK, Pratikno Beri Sinyal Ada Penugasan Baru dari Prabowo
Sugiono Bicara PR Kemenko PMK, Pratikno Singgung Pendidikan Gratis
Profil Sugiono, Mantan Sekretaris Prabowo jadi Menko PMK Gantikan Pratikno
Didampingi Dasco, Suyudi Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri di DPR
Jokowi di PSI: Apa Artinya bagi Gibran dan Kaesang?
Analis: Jokowi Berkepentingan agar PSI dan Gibran Tetap Signifikan Jelang 2029
Wacana Duet Gibran-KDM Buatan Jokowi Mulai Terbongkar
Dedi Mulyadi Disebut Jadi Bidikan Jokowi untuk PSI, Hersu Ungkap Skenario Pilpres 2029

