Iran Sisipkan Pesan Terselubung kepada Setiap Delegasi Asing Lewat Ayat Al-Qur’an
Selama enam hari, Iran menyampaikan pesan diplomatik dengan cara yang tak lazim. Jika biasanya pesan diberikan melalui pidato atau nota resmi, Iran menyampaikannya lewat lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang diperdengarkan kepada lebih dari tiga puluh delegasi asing yang datang memberi penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei. Setiap delegasi mendapat ayat yang berbeda. Setiap ayat tampak dipilih dengan sengaja
Khamenei tewas pada 28 Februari dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kediamannya di Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran itu meninggal bersama putrinya, menantu, dan cucunya pada usia 86 tahun. Pemakamannya yang semula direncanakan berlangsung tiga hari tertunda hampir empat bulan akibat perang yang belum mereda. Prosesi baru dimulai pada 3 Juli di Teheran, kemudian berlanjut ke Qom, Najaf, Karbala, dan ditutup di Mashhad, kota kelahirannya, pada 9 Juli, ketika ia dimakamkan di kompleks Imam Reza.
Di setiap prosesi penghormatan, ada kejadian menarik. Setiap kali delegasi resmi mendekati peti jenazah, qari (pembaca Qu’ran) mengganti ayat yang dibacakan.
Ketika delegasi Arab Saudi maju, yang dibacakan adalah QS Ali Imran ayat 13 tentang dua pasukan yang berhadapan di medan perang, satu berjuang di jalan Allah dan satu lagi menentang-Nya. Ayat yang merujuk pada Perang Badar itu banyak ditafsirkan sebagai sindiran terhadap hubungan Iran dan Saudi yang tidak akur. Selama ini Saudi dengan senang hati membuka pintu ke AS untuk menggunakan fasilitas militernya untuk melawan Iran.
Untuk Qatar, Iran memilih QS Al-Fath ayat 2 yang berbicara tentang ampunan, petunjuk, dan kemenangan setelah Perjanjian Hudaibiyah. Ayat itu dipandang sejalan dengan posisi Doha sebagai mediator utama dalam perundingan Amerika Serikat-Iran.
Delegasi Hamas menerima QS Al-Ahzab ayat 23 yang memuliakan mereka yang menepati janji hingga gugur di jalan perjuangan. Sementara Pakistan, yang diwakili langsung Perdana Menteri Shehbaz Sharif, disambut QS Al-Isra ayat 80, doa agar diberi jalan keluar yang benar dan kekuasaan yang membawa pertolongan. Pakistan memiliki peran yang sangat krusial dalam perjanjian perdamaian antara Iran-AS & Israel.
Media konservatif Iran, Tabnak, menyebut praktik tersebut sebagai diplomasi simbolik. Ayat-ayat itu menjadi bahasa yang tidak perlu diterjemahkan. Secara resmi, semuanya dapat dianggap sekadar bagian dari liturgi pemakaman. Namun, bagi mereka yang memahami konteks politik kawasan, setiap pilihan ayat merupakan penanda tentang siapa yang dipercaya, siapa yang diragukan, dan siapa yang mengecewakan.
Di tengah prosesi itu, Kedutaan Besar Iran di Jakarta merilis daftar lebih dari tiga puluh negara yang mengirim delegasi resmi. Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tidak tercantum dalam daftar tersebut.
Pemerintah Indonesia pada awalnya hanya diwakili Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, yang menghadiri prosesi penghormatan di Teheran pada 4 Juli. Menteri Luar Negeri Sugiono kemudian menjelaskan bahwa undangan resmi memang diterima, tetapi padatnya agenda kenegaraan di Jakarta serta konfirmasi dari Iran yang baru diterima pada 2 Juli bahwa akses hanya diberikan kepada pejabat di atas tingkat duta besar, membuat pemerintah tidak sempat menyiapkan delegasi khusus.
Penjelasan itu memicu kritik. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mempertanyakan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif. Menurutnya, ketika banyak negara mengirim menteri, perdana menteri, bahkan kepala negara, absennya Indonesia justru mengirimkan sinyal diplomatik yang tidak diinginkan.
Tekanan itu akhirnya berbuah respons. Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani berangkat ke Mashhad untuk menghadiri prosesi penutupan pada 9 Juli. Namun saat mereka tiba, momen paling simbolis telah berlalu. Enam hari sebelumnya, lebih dari tiga puluh delegasi telah menerima pesan-pesan yang disampaikan Iran melalui pilihan ayat Al-Qur’an. Indonesia tidak hadir ketika bahasa diplomasi paling halus itu dimainkan.
Selama enam hari, Teheran menyusun pesan yang berbeda untuk setiap negara. Ada yang diberi penghormatan, ada yang diingatkan, ada pula yang ditegur melalui lantunan ayat suci. Untuk Indonesia, Iran tidak perlu memilih satu ayat pun. Ketidakhadiran delegasi resmi sudah menjadi pesan yang berbicara dengan sendirinya.
Source
https://en.wikipedia.org/wiki/State_funeral_of_Ali_Khamenei https://s3pendsains.fmipa.unesa.ac.id/post/ali-khamenei-meninggal-dalam-serangan-udara-di-teheran-iran-umumkan-berkabung-nasional-40-hari https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8558694/jenazah-ali-khamenei-dimakamkan-4-bulan-setelah-wafat-ini-alasannya https://www.iranintl.com/en/202607041849 https://www.middleeasteye.net/news/irans-funeral-diplomacy-quran-verses-ranked-allies-rivals-and-message-saudi-arabia https://www.wionews.com/world/iran-sends-big-quranic-message-to-foreign-delegations-at-khamenei-s-funeral-what-it-played-for-india-and-what-it-means-1783234162137 https://www.ibtimes.co.uk/irans-quranic-messages-khamenei-funeral-1806926 https://nasional.kompas.com/read/2026/07/04/16551501/indonesia-diwakili-dubes-ri-untuk-iran-dalam-prosesi-pemakaman-ali-khamenei https://www.tribunnews.com/nasional/7850478/ri-tak-kirim-delegasi-resmi-ke-pemakaman-ali-khamenei-dino-patti-djalal-bisa-dianggap-menyepelekan https://www.suara.com/news/2026/07/06/121426/kemlu-klarifikasi-kehadiran-wakil-indonesia-di-pemakaman-ali-khamenei https://nasional.kompas.com/read/2026/07/06/19280931/menlu-sugiono-dan-ketua-mpr-ri-akan-hadiri-pemakaman-ali-khamenei-di-iran https://wartaekonomi.co.id/amp/read620776/diungkap-eks-menteri-iran-kesal-sama-indonesia-karena-absen-kirim-delegasi-ke-pemakaman-khamenei

