Atom Visi Indonesia Paparkan Survei Kepuasan Makan Bergizi Gratis di Hadapan Kepala Satuan Tugas MBG
Jakarta, 2 Maret 2026. Atom Visi Indonesia memaparkan hasil Survei Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Kepala Satuan Tugas MBG, Irjenpol Nurworo Danang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Satgas MBG, Iman Prijantoro dan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjenpol Dedi Prasetyo. Kehadiran para pejabat utama ini menegaskan keseriusan institusi dalam menjadikan hasil survei sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penyempurnaan program ke depan.
Pemaparan hasil survei dilakukan oleh tim peneliti dari Atom Visi Indonesia sebagai lembaga riset dan strategi independen yang dipercaya melaksanakan pengukuran tingkat kepuasan. Dalam presentasinya, tim peneliti menjelaskan metodologi survei, cakupan wilayah, serta pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk memastikan validitas dan reliabilitas data.
Survei dilakukan pada tanggal 5-17 Februari di 45 SPPG yang tersebar di 10 provinsi. Atom Visi mewawancarai 6.794 responden dari kelompok pengelola SPPG dan penerima manfaat, ditambah 140 pemasok.
Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan penerima manfaat berada pada kategori baik hingga sangat baik. Mayoritas responden menilai kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta kebersihan dan standar operasional SPPG telah berjalan sesuai harapan. Selain itu, aspek responsivitas petugas dan konsistensi pelayanan juga mendapat apresiasi positif dari sebagian besar responden.
Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah rekomendasi perbaikan, terutama terkait pemerataan kualitas layanan di beberapa wilayah serta penguatan sistem monitoring internal. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan standar layanan secara nasional.
Dari sisi penerima manfaat, kepuasan terhadap program MBG tercatat lebih tinggi pada kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) dibanding kelompok sekolah (siswa, orang tua, dan guru). Sebanyak 66,6% penerima manfaat 3B menyatakan puas dan 10,4% tidak puas. Pada penerima manfaat sekolah, 55,9% menyatakan puas dan 15,5% tidak puas. Di kedua kelompok, kualitas makanan menjadi hal yang paling banyak diminta untuk diperbaiki, dan mayoritas responden menginginkan program tetap dilanjutkan dengan pembenahan tata kelola.
Atom Visi kemudian menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada Satgas MBG .
Pertama, pengelola dapur SPPG diberi fleksibilitas menyesuaikan menu menyesuaikan ketersediaan pasokan bahan makanan lokal selama memenuhi standar gizi nasional. Kedua, sertifikasi HACCP dijadikan target wajib bertenggat disertai pendampingan aktif. Ketiga, Satgas diminta mengawasi penunjukan pemasok yang bersifat monopolistik. Keempat, hasil test food dan menu harian dipublikasikan kepada orang tua.
CEO Atom Visi Indonesia, Mukhradis Hadi, berharap hasil survei ini menjadi bahan perbaikan nyata bagi program MBG ke depan. “Penelitian ini kami harapkan dapat menjadi perbaikan untuk program MBG ke depan. Temuan di lapangan kami sampaikan apa adanya, supaya Satgas punya dasar yang kuat dalam menyempurnakan tata kelola dan layanan bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Kepala Satgas Makan Bergizi Gratis menegaskan bahwa hasil survei ini akan menjadi landasan penting dalam memperkuat tata kelola program MBG Polri ke depan. Dengan dukungan data yang kuat dan partisipasi ribuan responden, pemerintah optimistis program MBG dapat terus ditingkatkan kualitasnya demi mendukung kesehatan dan kesejahteraan seluruh penerima manfaat.

