Internalisasi Khamenei dalam Visi Iran
Sebagai pengamat, agresi USA-Israel ke Iran cukup mengagetkan, betapa tidak baru saja Trump mengajak perdamaian namun dengan waktu singkat serangan dilancarkan. Apa dan mengapa? Itulah sistem dua sisi politik luar negeri USA yang agresif dan penuh kontroversi.
Terlepas sikap USA, Iran perlu menjadi perhatian khusus. Sikap Iran yang konsisten tak bergeming dengan serangan dadakan USA-Israel di Teheran. Mereka bukan kaget namun terlihat siap diserang. Seolah ada ruh nyata yang hadir dalam kehidupan rakyat Iran bahwa nadi mereka akan terhimpit oleh perang.
Bagi rakyat Iran, perang atau manipulasi agresi selalu menjadi isu utama. selalu siap sejak lahir dan sadar betul posisi mereka.
Iran setidaknya memiliki 3 alasan kenapa bersiap
Pertama, revolusi Islam Iran, Imam Khamenei menjadi motor dan melahirkan perubahan di Iran, rezim penguasa reza pahlevi tumbang membuat arah baru kehidupan Iran. Menjadi mandiri dan terisolir dunia karena me-nasionalisasi SDA potensial yang dikuasai sekutu khususnya Inggris.
Kedua, letak geografis. Berada dalam lintasan selat Hormuz, Iran menguasai lalu lintas laut dimana ribuan kontainer angkut minyak mentah dan gas melewati lintasan mereka untuk
kebutuhan energi dunia. 30% ada disana.
Ketiga, Khamenei. Sosok lugas, sederhana dan presisi memimpin Iran dengan santun. Kharismatik dan patut ditiru, serba bisa membuat rakyat sadar bahwa mereka dipimpin sosok pribadi yang akan menjadi sasaran tembak. Lawan sadar Khamenei adalah kunci.
Kehidupannya disorot karena dirinya menjadi salah satu alasan kenapa Iran harus melawan Khamenei gugur dengan sikapnya. Dan dia sadar waktu ini akan datang cepat atau lambat. Bagi musuh mungkin ini akhir dari gerak Khamenei namun bagi generasi Iran ini menjadi awal bangkitnya generasi baru Iran yang telah mendapat sosok contoh berkebangsaan mandiri dari Khamenei.
Internalisasi pikir dan sikap Khamenei menjadi pengaruh simbiosis di Iran, mungkin dunia melihat dia berbeda namun Iran tidak. Pertanyaannya? Akankah ini menjadi perang panjang atau surut karena kepentingan.
Penulis : Muhkradis Hadi K.

