Memahami Manuver Haji Isam Membeli Saham Perusahaan Bayan
Perusahaan milik pengusaha Haji Isam, Jhonlin Baratama, baru saja memborong sekitar 30 persen saham perusahaan batu bara raksasa, Bayan Resources (Bayan). Transaksi senilai Rp 26,1 triliun ini memicu sorotan publik karena dieksekusi dengan harga diskon 79 persen di bawah harga pasar, diiringi kucuran kredit jumbo dari Bank Mandiri, serta persetujuan kilat kuota produksi (RKAB) Bayan yang sebelumnya tertahan berbulan-bulan.
Berikut adalah hal-hal penting yang harus diketahui mengenai manuver pembelian ini:
1. Beli Saham dengan “Diskon” 79 Persen
Haji Isam membeli saham Bayan dengan harga Rp2.588 per lembar. Padahal, harga normal saham tersebut di bursa saat itu sedang tinggi, yaitu Rp12.550 per lembar. Jika menggunakan harga pasar, saham tersebut bernilai Rp 126,5 triliun. Haji Isam membelinya hanya dengan senilai Rp 26,1 triliun, menyisakan selisih sekitar Rp 100 triliun dari nilai transaksi riil. Menariknya, setelah menjual sahamnya dengan murah, pemilik lama Bayan (Low Tuck Kwong) kembali membeli saham perusahaannya di pasar dengan harga normal, sehingga ia tetap berkuasa sebagai salah satu pemilik terbesar.
2. Izin Gali Batu Bara yang Tiba-tiba Keluar
Sebelum dibeli Haji Isam, Bayan sempat kesulitan karena izin jumlah batu bara yang boleh digali (kuota produksi) ditahan pemerintah selama berbulan-bulan. Bayan bahkan sampai mengumumkan kondisi darurat karena nyaris tidak bisa beroperasi. Namun, hanya lima hari setelah perjanjian jual-beli dengan Haji Isam ditandatangani, pemerintah langsung mengeluarkan izin tambahan kuota belasan juta ton untuk Bayan. Menteri ESDM membantah ada perlakuan khusus, meski di saat yang sama banyak perusahaan batu bara lain izin produksinya dipotong besar-besaran oleh pemerintah.
3. Pinjaman Rp40 Triliun dari Bank Mandiri
Perusahaan Haji Isam mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp40 triliun dari Bank Mandiri (dicairkan awal Rp26 triliun) untuk membeli saham Bayan. Keputusan memberi utang sebesar ini kabarnya turun sangat cepat. Ada desas-desus bahwa pinjaman ini mulus karena arahan pejabat tinggi negara, meski kabar ini sudah dibantah keras oleh pihak terkait. Memberikan utang sebesar ini sendirian, tanpa patungan dengan bank lain, membuat Bank Mandiri menanggung risiko kerugian yang sangat besar jika terjadi masalah (kredit macet).
4. Jaminan Utang Berupa Saham yang Nilainya Turun
Sebagai jaminan utang ke Bank Mandiri, pihak Haji Isam menggunakan saham dari dua perusahaan miliknya yang lain. Masalahnya, tak lama setelah dijaminkan, harga saham kedua perusahaan tersebut anjlok. Jika harga jaminan terus merosot, posisi bank menjadi tidak aman dan bank harus menagih jaminan tambahan. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat meminta penjelasan Bank Mandiri, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya aturan ketat yang membatasi bank memberikan pinjaman hanya untuk urusan jual-beli saham.
5. Bikin Investor Internasional Waswas
Rangkaian kejanggalan dalam transaksi ini berdampak pada kepercayaan institusi global. Sebelumnya, Moody’s telah menurunkan prospek Bayan dari stabil menjadi negatif akibat ketidakpastian produksi. Terkait transaksi ini, lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga dilaporkan merilis peringatan potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi standalone market. Peringatan ini didasari kekhawatiran atas praktik manipulasi saham dan dugaan intervensi kekuasaan yang mencederai iklim investasi.
Sumber:
Al Hasan, A., Firmansyah, F., Rahmah, G. dan Putra, N. (2026) ‘Apa yang memicu Low Tuck Kwong menjual Bayan Resources’, Tempo.co, 25 Oktober. Tersedia di: https://www.tempo.co/ekonomi/apa-yang-memicu-low-tuck-kwong-menjual-bayan-resources-2301869 (Diakses: 26 Oktober 2026).
Firmansyah, F. dan Arvian, Y. (2026) ‘Yang sebenarnya terjadi di balik jual-beli saham Bayan’, Tempo.co, 25 Oktober. Tersedia di: https://www.tempo.co/ekonomi/haji-isam-beli-saham-bayan-resources-2301960 (Diakses: 26 Oktober 2026).
Firmansyah, F., Yudi, A.L., Al Hasan, A., Akbar, C. dan Rahmah, G. (2026) ‘Kredit janggal Bank Mandiri untuk Haji Isam membeli Bayan’, Tempo.co, 25 Oktober. Tersedia di: https://www.tempo.co/ekonomi/kredit-janggal-bank-mandiri-untuk-haji-isam-membeli-bayan-2301881 (Diakses: 26 Oktober 2026).
Tempo dan Zulkifli, A. (2026) ‘Main kuasa pembelian Bayan’ [kolom], Tempo.co, 25 Oktober. Tersedia di: https://www.tempo.co/kolom/main-kuasa-pembelian-saham-bayan-haji-isam-2301874 (Diakses: 26 Oktober 2026).

