Survei Kepuasan Prabowo Bikin Bingung, Siapa yang Bisa Dipercaya?
Dua survei nasional menanyakan kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto dengan jumlah responden yang hampir sama, pada pekan yang sama, dan hasilnya terpaut 20,7 poin. Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mencatat 44,5 persen responden puas. Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat 65,2 persen.
Ketika survei dilakukan pada periode yang berdekatan, tidak lazim apabila hasilnya berbeda, kecuali ada yang dimanipulasi. SMRC turun ke lapangan pada 1 sampai 10 Oktober 2026 dengan 1.213 responden lewat telepon dan tatap muka, margin of error ±2,9 persen. PPI bekerja pada 26 September sampai 6 Oktober dengan 1.200 responden lewat tatap muka, margin of error ±2,83 persen. Dengan sampel sebesar itu dan margin of error di bawah 3 poin, selisih 20 poin tidak bisa dijelaskan oleh kebetulan statistik.
Artinya satu dari dua angka itu keliru, atau keduanya mengukur hal yang berbeda. Kemungkinan kedua baru bisa diterima kalau redaksi pertanyaan, bobot sampel, dan cara memilih responden dibuka. Hanya lembaga yang membuka semua itu yang datanya bisa diperiksa orang lain.
Di titik ini kedua lembaga berbeda. SMRC tercantum dalam daftar anggota Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), sedangkan PPI keluar dari asosiasi lembaga survei tersebut per November 2024. Anggota Persepi berada di bawah dewan etik yang bisa memanggil lembaga untuk memeriksa datanya ketika hasilnya berbeda mencolok dari lembaga lain. Mekanisme itu dipakai pada Pilgub DKI Jakarta 2024, ketika dewan etik menjatuhkan sanksi kepada Poltracking. Keanggotaan Persepi tidak menjamin hasil survei benar. Poltracking keluar dari Persepi pada November 2024 dengan alasan dewan etik tidak adil dan tidak membuka analisis lembaga pembandingnya. Keberatan itu menunjukkan proses audit pun bisa diperdebatkan. Tetapi lembaga yang berada di luar Persepi tidak berada di bawah forum etik yang sama, sehingga publik punya lebih sedikit cara untuk menguji angkanya.
Rentang hasil menjadi lebih lebar jika lembaga lain ikut dihitung. Indonesia Network Election Survey (INES) mencatat 79,3 persen puas pada September, dari 1.400 responden dengan margin of error ±2,48 persen. Dari 44,5 sampai 79,3 persen, rentangnya 34,8 poin dalam sekitar satu bulan. Opini publik sulit bergerak sebesar itu dalam hitungan minggu, sehingga perbedaannya lebih mungkin berasal dari cara survei dibuat. Data PPI sendiri menunjukkan bagian mana yang perlu dilihat. Kepuasan di kelompok responden tidak tamat SD mencapai 79,3 persen, sedangkan di lulusan universitas 43,2 persen. Pada kelas ekonomi bawah angkanya 75,3 persen, pada kelas atas 25 persen. Angka nasional 65,2 persen sangat bergantung pada porsi tiap kelompok dalam sampel dan cara bobotnya dihitung.
Indikator di luar survei lebih searah dengan SMRC. Kementerian Kesehatan mencatat 50.059 orang terdampak keracunan menu MBG per 2 September 2026. Areal karhutla Januari sampai Juli 2026 mencapai 202.004 hektare, naik 69 persen dibanding 2025 menurut data SiPongi Kementerian Kehutanan. Rupiah ditutup Rp17.978 per dolar AS pada 28 September, dan IHSG turun 1,51 persen pada hari yang sama. Data itu tidak membuktikan angka SMRC benar, tetapi arahnya sejalan dengan penurunan kepuasan yang SMRC rekam dari 81,2 persen pada November 2025.
Sampai PPI membuka bobot sampel, redaksi pertanyaan, dan pemberi dana surveinya, angka 65,2 persen belum bisa disandingkan dengan 44,5 persen. SMRC juga perlu mempublikasikan hal yang sama. Masyarakat harus tetap kritis dan tidak bias dalam mempercayai hasil survei. Kedua lembaga tersebut harus mempertanggung jawabkan hasil penelitiannya ke publik, sebelum angka-angka yang mereka rilis bisa dijadikan acuan dalam berkeyakinan dan bersikap terhadap kondisi politik saat ini.
Sumber & Referensi :
Survei PPI: 65,2 persen puas kinerja Presiden Prabowo — ANTARA, 18 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 44,5 Persen, di Bawah SBY dan Jokowi — Kabar Baik, 17 Oktober 2026
Faktor Ekonomi dan Hukum, Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Turun Jadi 51,1 Persen — JawaPos, 27 Juli 2026
Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kepuasan Publik 79,3 Persen — ANTARA, 27 September 2026
Daftar Lembaga Survei Anggota Persepi Usai Poltracking Keluar — CNN Indonesia, 21 November 2024
Poltracking Indonesia Keluar dari Keanggotaan Persepi — ANTARA, 5 November 2024
Rupiah ke Rp17.978, IHSG Ambruk 1,51 Persen di Tengah Gejolak Hormuz — Kabar Bursa, 28 September 2026

